Detail Berita utama

  • Banyuwangi Dinilai Pemprov Jatim Punya Potensi Desa Wisata Yang Menjual

    BANYUWANGI – Banyuwangi dinilai Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) sebagai salah satu diantara 9 kabupaten di Jatim yang potensi desa wisatanya  layak ‘dijual’. Potensi itu akan bermanfaat untuk mendongkrak pendapatan domestik sehingga kesejahteraan akan terdistribusi. Hal itu diungkapkan Hukmia Airlanggiwati, yang mewakili Kepala  BAPPEDA Provinsi Jatim dalam   kegiatan bimbingan teknis dan FGD (Focus Group Discussion) pengembangan desa wisata  di Jatim, kemarin (6/3).

    Selain Banyuwangi, kabupaten lainnya adalah Pacitan, Ngawi, Malang, Pasuruan, Probolinggo, Lumajang, Situbondo dan Bondowoso. Praktis 8 kabupaten tersebut juga dihadirkan sebagai peserta dalam kegiatan yang diselenggarakan di Hotel Ketapang Indah ini. Banyuwangi sendiri, selama ini desa wisatanya yang sudah dikenal adalah Desa Kemiren di Kecamatan Glagah. Namun Pemprov Jatim memandang tak hanya itu, ada desa lainnya lagi yakni desa di sekitar Plengkung (Taman Nasional Alas Purwo),  Desa Sukamade (Taman Nasional Meru Betiri) dan Desa Sarongan.

    Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas ketika membuka acara ini mengatakan pihaknya benar-benar mendukung gagasan baik dari pemprov ini. Dengan optimis Bupati Anas menegaskan,  desa wisata adalah bagian yang akan dirancang oleh Pemkab Banyuwangi. “Saat  ini kita sedang mencari bentuknya bagaimana,”tutur Bupati Anas. Misalnya yang sudah dilakukan selama ini adalah  membuat toilet-toilet khusus berskala internasional  di sekitar rumah – rumah warga di Desa Kemiren yang menjadi desa wisata andalan Banyuwangi.

     Bupati Anas mengaku tahun ini  pemkab juga akan memberikan bantuan dana  kepada setiap rumah di Desa Kemiren yang mau merevitalisasi rumahnya. “Bagi warga Kemiren yang mau merevitalisasi rumahnya menjadi Rumah Using asli, pemkab  akan memberi bantuan dana sebesar Rp. 10 juta rupiah per rumah. Itu kami lakukan agar lokalitasnya tidak hilang. Sebab wisatawan khususnya dari mancanegara lebih menyukai lokalitas,” urai Bupati yang tengah mendorong pariwisata Banyuwangi menjadi  pariwisata ecotourism ini.

    Desa wisata adalah seluruh kawasan pedesaan yang menawarkan keseluruhan suasana yang mencerminkan keaslian pedesaan. Mulai dari kehidupan sosial, ekonomi, budaya, adat istiadat, keseharian dan arsitektur bangunan rumah desa yang khas. Selain itu juga kegiatan perekonomian desa yang unik serta memiliki  potensi kepariwisataan yang bisa dikembangkan.

     Tujuan bimtek ini adalah meningkatkan ilmu dan teknologi kepariwisataan bagi para pelaku desa wisata. Juga yang terpenting, meningkatkan kemampuan para pejabat mulai tingkat kabupaten, kecamatan, dan desa dalam melakukan identifikasi, analisis potensi yang ada, menentukan pola penataan landscape kawasan tapak serta membuat alternatif pengembangannya. 50 peserta berasal dari 9 kabupaten di Jatim  yang memiliki potensi desa wisata dan punya peluang lebih lanjut untuk meningkatkan potensinya. Tiap-tiap kabupaten tersebut diwakili para pemangku kepentingan yang erat dengan pembangunan pedesaan.

    Materi yang diberikan dalam bimtek ini diantaranya Strategi Kebijakan Pengembangan Desa Wisata; Desa Wisata sebagai Peningkatan Kegiatan Ekonomi dan Penyelamat Lingkungan; Rencana Induk Pariwisata Nasional sebagai Pasar dalam Penyusunan Induk Pariwisata Daerah; serta  Model Pengembangan Desa Wisata di Jatim. Sedangkan nara sumber adalah Hukmia Airlanggiwati (BAPPEDA Prov Jatim), dan tenaga ahli dari Kementerian Pariwisata, Siti Mujanah dan Dwi Pudjo Leksono. (Humas & Protokol)